Selasa, 19 Februari 2019

Kepada Tuhan


di setiap sembah yang memburu
di liuk daun mengalun pilu
air yang tumpah ke bumi
kepak burung yang bertasbi

tak ku mengerti
ada yang kau pilih
akan yang mencekam tuk dipilih
di setiap resah yang terburu
di setiap sujud, kata yang khianati makna

kini tak lagi menengadah langitmu
biru pun kelam pun, abuabu
hanya terang kaki yang memaku bumi

kepada pelukis warna matahari,
tak lagi kukirim surat untukmu

Padang, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar