Kepada Tuhan
di setiap sembah yang memburu
di liuk daun mengalun pilu
air yang tumpah ke bumi
kepak burung yang bertasbi
tak ku mengerti
ada yang kau pilih
akan yang mencekam tuk dipilih
di setiap resah yang terburu
di setiap sujud, kata yang khianati makna
kini tak lagi menengadah langitmu
biru pun kelam pun, abuabu
hanya terang kaki yang memaku bumi
kepada pelukis warna matahari,
tak lagi kukirim surat untukmu
Padang, 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar