Selasa, 19 Februari 2019

Pada Suatu Diriku yang Lain


pada suatu diriku yang lain
mungkin yang lebih matang
seperti ibu yang tahu bahwa bayinya akan lahir
aku tidak lagi membutuhkan seraut wajah
apakah pipinya merona
apakah alisnya tebal merambat
apa warna matanya
seberapa ranumkah bibirnya

pada suatu musim yang lain
yang lebih dalam
seperti laut yang mengandung tenang
aku tidak lagi membutuhkan cermin
siapakah yang berada di dalamnya
aku tak begitu peduli lagi
akan kubalik cermin itu menghadap tembok
sehingga hanya punggung cermin dan
bukan siapa 
dan tembok yang berpelitur senja

tanpa kata, seekor lebah madu
hinggap pada sekuntum bunga, tidak mawar
tidak juga matahari
tapi gerak angin tahu
bahwa ia wangi

seperti malam berujar diam

Tangerang, 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar