Selasa, 19 Februari 2019

Sajak Rindu


lewat pesan ini kukirim:
     rindu
karna darah telah mensetubuhi:
     waktu
dan ovum yang merekah
diserang ribuan penjajah
adam jadah!


tak pernah kutanyai dirimu
kenapa matahari, kenapa langit
kenapa bumi, kenapa aku di sini

sejuta akan terang 
kau gelayuti di pundak
lewat jarak menempa, tumpukan buku
negeri para kesatria pencerita

ingin ku perkosa waktu
hingga kembali ke masa itu
ketika selimut rahim masih melindungiku:
   sebuah sajak rindu, mama!

Padang, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar